Rabu, 28 September 2011

Saos Merah dari Papua


Elelim, 10 September 2011

Siang itu aku diajak ke rumah salah seorang perawat di Puskesmas tempatku bertugas. Kata temanku yg dokter umum di sini, si ibu baru selesai meracik buah merah, dan aku diajak untuk mencicipinya.....hmmmm, sangat pensaran untuk mencicipinya....rasanya seperti apa. Kata temanku siegh, enakhhhhhhhhhhhhhhh......

Di hadapanku ada 2 piring, yang 1 berisi racikan seperti saus tomat berwarna merah terang yg kuyakini inilah racikan “buah merah” dan 1 nya lagi berisi ubi jalar rebus(suburu, bhsa yali. red)

Kesan pertama melihat racikan ini, serasa enggan untuk mencicipinya, warna merah terang sepertinya telah dicampur dengan darah, manalagi kelihatan berminyak....glkglkglkglkglk...rasa itu yg terlintas di leherku.

Tapi rasa penasaran mencicipinya bisa mengalahkan apresiasi mataku terhadap saus merah di depanku ini .

And then......akhirnya lidahku merasakannya jg setelah potongan ubi jalar rebus di totolkan masuk dlm saus merah ini....Dan hampir tak berasa sama skli,,,,,tp ada 1 baunya yg hampir sm dengannya, yupppp.... bau keloak ...baunya seperti itu....rasanya beda jauh dengan saus merah yg pernah kita cicipi sebelum2nya....yg sdh diracik sedemikian rasa sehingga cocok dengan lidah kita. Ketika melewati leherku, hmmmm kupikir akan berhenti di situ dan akhirnya keluar, tp ternyata dengan manisnya ubi jalar bisa membuatnya lolos ke lambungku....hehehehehehe......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar