Suasana Makassar akhir-akhir ini mmg gak bersahabat, mungkin dia sudah bosan dengan ulah manusianya yg semena-mena,beginilah kalo alam gak pernah dipandang ada dan terkalahkan oleh suara bisingnya kendaraan mewah sampai sisa- besi, jajaran ruko-ruko dan mall sampai pejabat korupsi yg gak pernah ada solusinya.
Alam juga biasa berontak…bukan hnya manusia….beginilah kalo alam berontak, ngambek, marah…nggak bisa ditebak, panas terik tiba-tiba hujan deras datang tak diundang atau tatkala hujan lagi bertandang eh matahari langsung menyuruh dia pulang….benar2 susah untuk ditebak
Marahnya alam sgt terasa dalam ruangan 8 x 6 m ini….sangat panas dan bikin gerah ampi suasana hati mengeluarkan banyak makian….hmmmm, itu yg kurasa dngn suasana tubuh yg normal…
Gimana dengan mereka2 yg terbaring di atas 6 tempat tidur dengan botol dan selang infus yg membelenggu mereka….???Kuliat mereka adem2 saja gak protes ataukah karena protes mereka terkalahkan oleh rasa sakit, tak berdaya dan hilangnya semangat sehingga mereka menerima apapun yg terjadi dlm ruangan ini…??
Ruangan ini layaknya disebut bangsal….6 orang tak berdaya dikali 2 orang minimal penjaga…membuat oksigen dlm ruangan ini semakin berkurang, belum lagi bau urin (kencing), saliva ( ludah), faeces (berak), keringat, makanan, dan bau2 yg sudah tdk bisa diidentifikasi….sungguh sebuah suasana yg gak mendukung u 6 jiwa-jiwa yg tak berdaya ini, gimana mau cepat sembuh…????sangat miris…..ini bariu 1 kamar kelas 3, gimana dengan gedung2 lain…sungguh banyak hati yg bakalan mengeluh seperti diriku…
Sebagian besar jiwa2 tak berdaya ini, adalah pengguna layanan JAMKESDA/JAMKESMAS, sebuah program pemerintah untuk pelayanan kesehatan gratis….kasarnya program ini u kalangan yg kurang mampu….tapi terus terang program ini sngat dan sngat membantu, bayangkan sudah berapa jiwa yg bisa tidur lega di RS ini tanpa dikejar beban berapa duit yg harus dikeluarkan nantinya, belum lagi kalo harus menggunakan fasilitas2 RS sperti hemodialisa ( cuci darah), rontgen, oksigen, monitor, ventilator, operasi…hmm mungkinn mereka akan terpenjara dlm RS ini dan tidak akan mersakn ademnya tempat tinggl mereka karena tdk bisa membayar administrasi RS….sebuah program yg menurut saya sgt2 brilian walaupun pelayananya sngt diskriminatif dengan mereka yg pengguna layanan ASKES atau umum yg bisa dilayani dengan senyuman……masih sangat2 miris
Gerahnya dalam ruangan ini membuatku ini ingin menebak isi otak dari ke-6 jiwa-jiwa tak berdaya ini….
Jiwa 1 dekat WC…..
Namanya sy gak tahu tapi dari kulit dan logatnya menunjukkan kalau mereka bersal dr Ambon, anaknya masih muda umur belasan tahun, kulitnya yg gelap dengan mata sayunya dan rambut yg terkoyak semakin melengkapi jiwanya yg sakit, sementara tangan kirinya terbelenggu oleh selang infuse dan botol NaCl,,,,pikirannya sdg melayang smpi kapan benjolan di tenggorokannya hilang dan tidak mengganggu cita2nya…sampai kapan dia ada dlm runagan ini, tapi aku salaut dengan nafsu makannya yg tinggi, walaupun terpikir olehku betapa susuahnya dia harus menelan makanan itu, didampingi ibunya yg sllu melayaninya…jadi ingat sama Sang Tangan Sutraku….kuliat wanita paruh baya itu tegar, rasa capeknya dia tutupi biar anak lelakinya bias terbiasa dlm ruangan ini….hmmmm mungkin suhu dan suasan dlm ruanagn ini telah menyatu dengan suasan hatinya…jadi kuliat dia enjoy2 saja….
Jiwa 2 (tengah)….
Masih dengan anonym, kulitnya putih dan usia yg sepertinya antara dan belasan…rambutnya yg pjg sdh bercampur dngan produksi minyak di kepalanya, senyumnya yg lepas seakan2 ingin menutupi raganya yg sakit, sementara tangan kananya terbelenggu oleh selang infuse dengan kantung eritrosityg kesekian kalinya….dia sepertinya gak peduli kalau kelainan darah yg dialaminya, dia tenang sj, sebuah jiwa yg bikinku angkat jempol, mungkin dia gak ngerti kalo perlahan2 penyakit itu akan menggerogoti tubunhnya, gak tau smpi kpan….senyumnya membut tanganku semakin lincah menebak isi kepalanya, sepertinya dia gak terlalu pedulu denan suasana dlm ruangan ini, beda dengan lelaki sebayanya di sampingnya, sepertinya semnagat hidupnya besar,,,,buktinya diaa begitu semangat membaca Koran sambil duduk, anak lelaki yg lincah, tadi kuliat dia dengan lincah membuat secangir susu, sementara penjaganya gak tahu kemana….kuliat dia enjoy aja, tanpa pikiran yg berat atau depresi dngn raganya yg sakit…..good job bro
Jiwa 3 samping pintu masuk sebelah kanan
Seorang kakek beruban yg umurnya sekira 70 80an,,,,dia bebas kemana2 karena gak ada selang dan botol infuse yg menghalangi jalannya…sy kurang bias menebaknya karena jarang berada dlm ruanagn ini, 3 bulan di RS ini mungkin telah membuatnya jenuh smpi2 gak betah dlm ruanagn ini, bahkan 60 x hemodialisa (cuci drh) telah dijalani hanya untuk mengganti fungsi ginjalnya yg sdh gak berfungsi dengan baik, suasana dlm ruangan ini telah membuatnya sllu meningglkan tempat tidurnya…..hmmmmm
Jiwa 4 samping pintu sebelah kiri
Masih seorang kakek dengan kepala botak terbaring dengan kantongan plastic di sampingnya….suaranya pada saat meludah membuatu sllu tergelitik…ada rasa jijik, tapi buatku itu sudah biasa, bebas dari selang dan botol infuse membuat leluasa bangun untuk meludah kedalam kantongan, se tdk bias menebak berapa kantong yg telah habis untuk menampung salivanya…sepertinya produksi salivanya tinggi karena produksi asam lambungnya yg gak bias kompromi….hmm kuliat tadi ada yg membuka hasil pemeriksaan endoskopinya, sepertinya ada luka dlm sluran pencernaanya…kuliat kakek ini adem sangat dengan suasana ruangan ini, sepertinya beliau seorg kakek yg sabardan gak abanyak mengeluh walaupun rasa capek meludah yg tak bias kuhitung selama menulis bloq ini…mungkin ada rasa tdk enak dlm dirinya ketika harus meludah…tapi kuberharap jiwa2 dlm ruangan ini bias menerimanya…
Jiwa 5 tengah kanan is My Pader Darting…
Mukanya yg lucu dengan suara ngoroknya membuatku tak kuasa menebak isi kepalanya…kutahau dia gak betah bgt dlam ruangan ini tapi dia bisa menyesuaikan diri…suaranya yg besar tatkala tak berbaring sepertini ini sedikit turun 2 not…tapi masih membuatku tersenyum…terkadang dia terbagun hanya untuk melenturkan otot2 belakangnya yg panas dan capek terbaring…selang infuse dan cairan NaCl + vit K + asam transamin (obat2 koagulan/perdarahan) membuat geraknya semakin terbatas setelah gerakannya mulai kaku post stroke 6 tahun lalu. 2 hari lalu pader (sebutan untuk bapak kostku yg sangat kusayangi) membuat kami harus resah karena diare dan perdaahan yg dialaminya, sampai-sampai 2 kantong darah bercampur dlm tubuhnya…banyak keluhan dari bibirnya, ingin makan itu makan ini, pdhal itu semua pantangan…dasar pader golojo…tapi kusuka caranya di tengah raganya yg lemah nafsu makannya masih berbobot….suasan dlm ruangan ini membuatnya bangun tidur bangun tidur…pader…pader..kutak kuasa lagi menebakmu,,,,ya sudahlah yg pasti luvv u pader….
Jiwa 6 dekat jendela
Mau dibilang kakek, sepertinya bukan, ya seorang bapak,,,,dari ke-6 jiwa ini, sepertinya bapak ke-6 ini yg punya keluhan yg banyak, sepertinya dia sangat tersiksa dengan raganya yg sakit, dia sngat benci dengan suasana dlm rungan ini, sampai2 membuatnya gak betah di atas tempat tidurnya…gerakannya yg terbatas oleh selang dan botol infuse ditambah lagi dengan selang kateter dengan kantong urin yg sudah ful karena berisi urin yg bercampur darah.orang2 yg melihatnya pasti akan meringis dan merasa jijik, tapi sepertinya sang bapak gak peduli…dengan gerakannya yg terbatas membuat istrinya marah2 ketika ingin pindah ke sebuah kursi plastik…dengan wajah mennduk entah pasrah atau kesal dengan rasa sakit nya yg tak bersuara melengkapi tebakanku kalau sang bapak2 benar2 hopeless. Operasi yg tertunda tadi pagi karena TD (tekanan darahnya ) naik membuatnya gak sebebabs kemarin, kemarin sang bapak masik asyik bercerita, bahkan boleh dibilang cerewt, tp skrg tertunduk dan diam seribu bahasa walaupun skli2 dia menunjukkan rasa bandel dan kesalnya, Entah kapan lagi operasi untuk pembuatana selang yg memudahkan sang bapak pd saat cuci darah ini dilanjutkan…
Kurasa tulang belakangku dan jari-jariku sdh gak kompromi melanjutkan menebak otak jiwa2 ini…yg pasti mereka semua membuatku semakin bersyukur atas anugerah yg kumiliki….mereka membuatku belajar tegar, sabar, dan sllu tersenyum….
Kutak dapat berbuat banyak hanya doa yg biasa terucap semoga cepat sembuh dan jangan pernah menyerah………
Specialy to my pader darting…..cepat sembuh pader…biar bisa dengar suara bsarnya lagi di istana G 33…we luv pader…..
And to mader rubi…..jangan bosan2 jaga pader darting yakkkkhhhhh
Jesus bless ….