Elelim, 26 September 2011
HmHmmmm.....senang melihat sosok sang empunya wajah keriput itu di gereja kemarin. Tuhan....itu artinya dia sudah sembuh,,,,,
Tiba-tiba aku diajak kembali ke hari sabtu kemarin. Masih jelas di ingatanku suasana di ruang anamnesa di puskesmas, pagi itu.
Ketika namanya di sebut, dia melangkah menaiki 2 anak tangga sambil berpegangan pada sisi pintu. Ekspresi itu memberi arti kalau dia benar-benar sakit dan lemah.
Aku berusaha memahami suasana pagi itu.....
Dia mulai duduk perlahan pada kursi yg sedari tadi sudah sekian pasien yg telah bergantian duduk di situ. Dengan menggunakan bahasa Yali yang sangat tidak kumengerti, dia menceritakan keluhan-keluhan yg dirasakan ke teman sejawat yg ada di sampingku.
Aku cuma menjadi penyimak pagi itu...
k.E.T.i.K.a.... air matanya mengalir di wajah keriput itu...membuat emosiku sedikit sensitif....
Wat hepen....????
Sangat beratkah penyakit yg dirasakan..???
Suasana itu tiba2 membawaku ke wajah keriput Sang Tangan Sutraku....
Rasanya tidak ingin air mata mengalir di wajah keriputnya
Aku sangat menyayanginya....
Mizzz her so muchhhhh....ingin segera memeluknya dan mencium bau apeknya yg khas, tapi aku menyukainya...
Bapa...jangan ada Air mata di Wajah keriput itu lagi.....kumohon....