Selasa, 07 April 2009

The Number One on Makassar.....

Yang namanya gratis emang enak ya....seperti pas nulis di blog ini pake fasilitas internet gratis di kampus...tapi apakah semua orang sudah bisa menikmati fasilitas kayak gini,apalagi bagi mereka yang untuk makan aja sekali susahnya minta ampun,boro-boro mikirin internet gratis....palingan mereka akan bertanya "internet itu bisa mengenyangkan tidak???".Sungguh miris dengarnya
Ok..Ok...Ok...tadi just introduction....
Makassar skrg boleh dikata udah kota metropolitan,gimana nggak....gedung pencakar langit,fly over (walaupun blon rampung), bandara bertaraf internasional, apartemen, mall yg menjamur dimana-mana, tempat hiburan,hotel bintang 5, lapangan karebosi yg disulap jadi dwifungsi.....dan masih bnyk lg hal-hal yg membawa makassar menjadi kategori kota metropolitan. Pasti yang tinggal di makassar akan merasa bangga kalo disejajarkan dengan Jakarta,Surabaya, de-el-el.....
Tapi yg menjadi pertanyaan di benak saya ketika di atas pete-pete melihat kota makassar yang perubahannya sangat drastis adalah siapakah "The Number One on Makassar"????
Mungkin orang yang berpikir pendek akan menjawab "tentulah pemimpinnya donk"???
Suatu kesalahan besar.....karena tanpa kita sadari ada org yang paling berperan tapi mereka kurang diperhitungkan tapi mereka gak menuntut untuk dianggap paling berperan karena yang terpenting bagi mereka, bagaimana bisa hidup untuk hari ini.
Oh... sungguh suatu pekerjaan yang mulia,skrang coba kita liat orang-orang yang paling berperan itu tapi kurang diperhitungkan.....
  • Buruh kasar/harian : stiap lewat di proyek flyover, hatiku sngat bangga melihat mereka yang kerja dengan semangat tanpa pikir gengsi dilihat sma orang yang lalu lalang, kerja di bawah terik sinar matahari tanpa pikir kulitnya akan rusak disengat sinar matahari, debu beterbangan,dan derasnya hujan, gak berpikir berapa persen yang mereka dapat dari kontraktor proyek pemenang tender apakah sesuai dengan tenaga yang mereka keluarkan,gak siang gak malam mereka kerja menggali tanah,mencampur bahan, hanya untuk mecukupi kebutuhan hidupnya,yang mereka tau gimana menyelesaikan proyek ini sesuai dengan waktu yg ditentukan oleh kontraktor pemenang tender dan akhirnya bisa digunakan oleh semua org yg ada di mkassar ini. Pertanyaan skrg : mau gak ya kita ambil posisi itu????
  • Pemulung : sampah yg ada di jalan, ato dimana-mana karena dibuang oleh orang2 yang punya otak dan buta huruf,itu jadi matapencaharian bagi mereka yang disebut pemulung. Mereka dengan senang hati memungut setiap sampah yang mereka temui yang mereka anggap bisa mendatangkan rejeki walaupun seringkali ada di antara mereka yg harus mencuri, kalo nggak ada mereka apakah kita mau kembali memungut sampah yang telah kita buang dengan sadar gak sadar itu?????
  • Tukang sampah : setiap hari tukang sampah lewat depan rumahku minta sampah untuk dianggkutnya dengan gerobak sampahnya yang entah kemudian sampah itu dibawah kemana???...dapat kubayangkan kalo sehari gak datang saja bau sampah yang menyengat akan sampai di hidung kita,sementara mereka cuma meminta 5ribu perak sebulan,5ribu perak....bayangkan 5 ribu perak kalo dibandingkan itu stengah dari uang jajan saya sehari....oh sungguh menyedihkan, belum lagi kalo mereka datang nagih buat mereka yg nunggak pasti akan disertai dengan omelan ato makian, mereka gak pernah berpikir kalo mereka akan terkena penyakit yang sadar gak sadar bisa berasal dari sampah yang mereka anggkut, belum lagi bau busuk yang sangat menyengat yang bagi mereka mungkin sudah gak tercium oleh indra penciumannnya,ohhhh....mulia skli mereka tpi sadar gak siegh tanpa mereka yg cuma minta 5rbu sebulan, apakah kita mau rumah kita akan berbau busuk dengan sampah yang gak diangkat??????
  • Tukang sapu jalanan : ketika keluar rumah agak pagi bgt ato pnh suatu hari aku pulang subuh dengan duduk termenung di trotoar aku mulai melihat mereka...mereka akan terlihat di sepanjang jalan2 protokol kota makassar.Dengan kepala terbungkus topi ato bahkan sampai mukanya tertutup plus senjata sapu di tangan mereka bag nenek sihir yang sipa terbang, mulai mengais-ngais sampah kemudian dikumpulkan jadi satu untuk diangkut nantinya dianggkut oleh mobil pengangkat sampah....diantara mereka kulihat umurnya seumur dengan bapak/ibuku???mereka sangat bersemangat menyapu pinggir2 jalan yang nanti pagi akan dilalui oleh mobil2 petinggi di kota ini, jam mereka bangun di pagi buta hanya untuk membersihkan jalanan ini???mereka gak pernah berpikir debu-debu yang akan menjadi sahabat mereka sekaligus jadi momok mereka dengan fisik yg sudah menurun???berapa upah mereka dengan pekerjaan mulia ini??trus yg sangat menggelitik saya adalah ketika org tua saya ada di posisi mereka,,,,ohhhhhhhhhh

Itu adalah sebagian dari mereka yang menjadi no 1 di makassar tapi kurang diperhitungkan....mungkin yang lainnya masih banyak tapi lain kali kita bahas di new episode...pertanyaan yang sering muncul di pikiranku adalah....knp mereka gak diangkat saja jadi PNS atau dikasi santunan/jaminan yang layak....apakah karena kualifikasi pendidikan mereka yang rendahan cuma tamat sekolah rakyat (SD) ato tdk tamat yg penting bisa baca tulis????tapi kalo mereka ditanya knp gak sekolah tinggi pling jwabnnya gak ada duit...sementara mereka yg kerjanya cuma merintah,tandatangan, duduk, mengaggap diri no 1 bisa hidup dengan rumah gratis,mobil gratis, fasilitas gratis....semuanya sungguh menyenangkan sementara di bawah mereka ada yang merayap mengais rejeki hanya untuk kemajuan kota ini yang katanya kota metropolitan...

PM (pesan moral) : bukan untuk menyinggung tapi lebih untuk menghargai mereka yang gak pernah kita perhitungkan,mungkin dengan waktu semenit setelah baca blog ini,bisa merubah opini jelek kita terhadap mereka yang tulus tapi gak pernah diperhitungkan

2 komentar:

  1. Wow... Hobby blogging ya? :)
    Nice blog :)

    BalasHapus
  2. gak juga siegh kak...biasa kalo lagi resah...hadi nulis blog de...pa kabar dok???
    Thx ya mampir di blog ku

    BalasHapus